Selasa, 03 April 2018

Libur Panjang, Mahasiswa Jepang Nikmati Wisata di Gembira Loka Yogyakarta Zoo

Belasan mahasiswa asal Jepang, kemarin kagum dan terkejut setelah keliling kebun binatang Gembira Loka Zoo (GL Zoo) menyaksikan keindahan sekaligus melihat-lihat koleksi binatang yang dimiliki kebun binatang terbesar di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Mahasiswa asal negari Matahari terbit tersebut, sama sekali tak menyangka kalau di Yogyakarta ada kebun binatang dengan koleksi hewan yang cukup komplit dan memiliki banyak wahana permainan. Suasana demikian ini, membuat mereke terkesan apalagi pengunjung serta pengelola kebun binatang tersebut ramah-ramah.  
Kebetulan pada libur nasional memperingati  Wafat Isa Almasih pada Jumat (30/3) sampai Sabtu (31/3) dimanfaatkan ribuan wisatawan untuk berkunjung ke GL Zoo Yogyakarta. Kebetulan pengunjung kebun binatang di pinggiran Kota Yogyakarta kali ini, bukan saja wisatawan lokal, tapi juga ada rombongan mahasiswa dari Jepang, yang kebetulan tengah berada di Yogyakarta.
''Para mahasiswa dari Jepang ini ingin berkunjung ke kebun binatang, maka saya ajak ke Gembira Loka Yogyakarta Zoo,'' kata Takwan, yang memandu 17 mahasiswa asal Jepang itu di sela-sela menyaksikan aneka burung di  taman burung kebun binatang setempat. ''Mereka senang dan kagum dengan perawatan kebun binatang ini,'' imbuhnya.

Pengunjung Membludak, Fasilitas Candi Ijo Yogyakarta Ditambah

Rumus 3A Menpar Arief Yahya dalam pengembangan pariwisata yakni atraksi, amenitas dan aksesabilitas, dipegang teguh oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Salah satunya terlihat pada langkah Dinas Pariwisata Sleman dalam menambah fasilitas di Komplek Candi Ijo Yogyakarta.
Candi yang berada di atas bukit ke arah timur Taman Tebing Breksi ini makin hari makin banyak dikunjungi wisatawan. Data yang ada menunjukkan, saat ramai dalam satu bulan tercatat pengunjung mencapai 9.000-an wisatawan. Sebagai candi yang baru Oktober 2016 menerima pengunjung, jumlah tersebut sudah sangat baik.
Maka agar pengunjung atau wisatawan makin nyaman, dibangunlah gerbang dan loket masuk baru. Gerbang masuk ini berada di tempat yang landai, digeser beberapa meter dari gerbang sebelumnya.
Selama ini pengunjung harus naik tangga dulu untuk membeli tiket masuk. Bahkan loket yang ada memiliki akses yang sempit. "Loket tiketing yang baru ini berada di tempat yang lebih lapang dan mudah diakses. Dibangun bergandengan dengan Pos Satuan Pengamanan," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman Edi Susmita saat meninjau pembangunan fasilitas di Candi Ijo.
Edi siang itu didampingi Shavitri Nurmala Dewi (Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif) dan Dewi Setyowati (Kepala Seksi Fasilitas Pariwisata). Mereka berkordinasi dengan tim pelaksana pembangunan yang harus menyelesaikan pekerjaannya pada 10 Oktober 2017.
Selain loket, juga dbangun akses jalan dan tangga. Pembangunan ini berkordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) karena Candi Ijo berada di bawah kewenangan institusi ini.
Saat meninjau keliling Candi, Shavitri Nurmala Dewi juga sempat mengatakan untuk membangun fasilitas lain seperti toilet. Apalagi fasilitas toilet selama ini masih terbatas. "Semoga tahun depan bisa ada anggaran untuk penambahan fasilitas toilet," tandas perempuan yang biasa disapa Evi ini.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi daerah yang perhatian penuh dengan atraksi di destinasinya. Dia menyebut destinasi itu sebagai produk, dalam sebuah korporasi. Produk harus dijaga, disempurnakan, dimaintain, diperkuat, direncanakan dengan selera global atau international standard.
“Tanpa melakukan improvement di destinasi, maka akan kalah bersaing dengan destinasi lain, dari mana saja. Karena itu yang dilakukan oleh Kab Sleman itu sudah betul, terus lakukan pembenahan agar customer kita selalu mendapatkan sensasi yang positif,” kata Menpar Arief Yahya.

Kamis, 23 Maret 2017

Eluk. . 80 Persen Dokter Hewan di Surabaya Tak Berizin tapi Nekat Membuka Praktek Restoran di Surabaya

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menyayangkan banyaknya tenaga dokter hewan yang beroperasi belum memiliki izin praktek.

Padahal pengurusan izin ini sangat penting sebagai legalisasi operasional pemeriksaan dan penindakan pada hewan peliharaan.

Kepala DKPP Kota Surabaya Djoestamadji mengatakan di Surabaya dideteksi ada sekitar 500 dokter hewan yang membuka praktek.

"Sayangnya dari 500 tenaga dokter hewan yang ada di Surabaya ini yang sudah mengantongi izin praktek hanya 100 orang," kata Djoestamadji dalam sosialisasi Perijinan Pelayanan Pertanian Terpadu di Gedung Wanita, Rabu (22/3/2017) siang.

Ia mengatakan, seratus itu terdiri dari dokter praktek hewan yang belum mengurus izin sama sekali maupun yang izinnya mati dan belum melakukan perpanjangan.

"Padahal izin ini penting. Tenaga yang melayani praktek harus memiliki sertifikasi dan izin kelayanan dari pemkot yang kerja sama juga dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia jawa Timur," ulas Djoestamadji.

Sebab ketika ada hewan dibawa ke dokter hewan selain pemeriksaan biasanya juga memerlukan tindakan.

Seperti operasi dan juga jahit ketika ada luka pada hewan.

Ketika dokternya tidak berizin bisa berbahaya.

"Memang saat ini belum ada keluhan sih, tapi harus ada penertiban restoran di Surabaya soal izinnya. Sebab kita juga ada mekanisme dalam membuka praktek dokter hewan," katanya.